Sabtu, 19 Desember 2009

21 CARA MEMENANGI BISNIS (1)

Meskipun Anda terus berdoa dan berharap, bisnis Anda tidak bisa terus berjalan mulus. Anda tetap harus berusaha, dan untuk itu kami punya beberapa tips bagi Anda.

Sudah kami temukan nih, solusi pemasaran yang sempurna untuk Anda. Pertama-tama, tutup mata Anda. Sekarang, peluk monitor komputer Anda. Dengan menggunakan teknologi paling-rahasia yang dikembangkan di laboratorium Entrepreneur.com, dengan seketika akan kami kirimkan daftar pelanggan yang tak-habis²nya ke otak Anda dan bisnis wirausaha Anda. Wah, agaknya, tak bisa nih. Tetapi ini bukan karena kami tak punya teknologi-nya, lho (hanya tinggal satu logaritma lagi, sumpah deh), sungguh kami ingin membantu Anda menolong diri Anda sendiri. Untuk itu, kami berikan Anda sesuatu yang lebih baik : 21 ketrampilan memasarkan, yang akan membantu Anda menemukan pelanggan² yang akan mengisi koper² bisnis Anda. Cetaklah kiat ini, kirimkan dan padukan ia ke dalam rencana pemasaran Anda dan bersiaplah untuk kebanjiran penjualan.

A. KIAT-KIAT DASAR:

1.CIPTAKAN SARANA PEMASARAN YANG BERKUALITAS.
Ini tidak berarti Anda harus mengalokasikan 75 persen anggaran Anda untuk biaya² cetak, slide presentasi dan situs Web. Namun, memang ini berarti Anda harus berpikir dalam² tentang (memvisualisasikan) target yang Anda ingin capai. "Silahkan duduk, dan buatlah daftar segala yang Anda perlukan setiap kali Anda menghubungi klien atau calon pelanggan, termasuk paket stasioneri, alat² presentasi dan brosur²," nasehat pakar pemasaran Kim T. Gordon, Ketua National Marketing Federation Inc. dan kolumnis Entrepreneur.com. "Selanjutnya, jika Anda tidak bisa [mengusahakan] untuk mencetaknya segera, paling tidak pekerjakanlah seorang disainer dan seorang penulis untuk menciptakan bahan² tsb sehingga Anda memilikinya di dalam disk." Namun, jika hal inipun membuat tulang-belakang rekening bank Anda gemetaran, temukanlah cara² kreatif untuk mengatasinya: Sewalah seorang mahasiswa seni atau pemasaran dari universitas lokal, atau barterlah jasa Anda dengan wirausahawan yang lain.

2. SAMBUTLAH KLIEN DENGAN 'GAYA'
Voice mail boleh jadi tak cocok untuk rencana pemasaran Anda, namun seandainya nih, seorang klien potensial menelepon dan anak Anda yang menjawab, klien tsb tentu akan raib sebelum Anda menjadikannya klien Anda. Maka usahakanlah punya Voice mail yang profesional (Telkom menawarkan beberapa pilihan, lho) dengan beberapa perangkat, demikian nasehat Gordon, sehingga penelpon bisa menekan "1" untuk mendengar lebih banyak tentang jasa Anda, "2" untuk alamat web dan e-mail Anda, dll.

3. FOKUSLAH SETAJAM MUNGKIN
Daripada menghabiskan waktu dalam usaha menjangkau semua orang, lebih baik batasilah target audiens Anda hanya pada prospek² yang sangat berkualitas. Daripada mengunjungi tujuh grup jaringan setiap dua bulan, kunjungilah hanya dua grup dengan prospek² terbaik setiap minggu. "Daripada memasarkan ke 5000 perusahaan, pilih sajalah beberapa lusin perusahaan yang benar² memenuhi syarat dan jalinlah hubungan rutin dengan mereka," ujar Gordon. Hubungilah mereka, kirimi bahan² pemasaran Anda, dan kemudian ajaklah untuk bertemu. Ini akan menghemat waktu dan uang Anda.

4. MANFAATKAN PAMERAN NIAGA SEBAIK2NYA
Nah, ini paduan tips, buah pikiran Rick Crandall, seorang pembicara, konsultan, dan pengarang buku² pemasaran:
Jika Anda belum juga dapat toko, usahakanlah mendapat seseorang yang bisa berbagi tokonya dengan Anda. Anda bantu mereka menjalankan toko, dan mereka dapat orang lokal yang bisa memandu mereka melihat-lihat kota. Jika Anda memutuskan tidak perlu toko, oke maju terus. Anda selalu bisa koq berbisnis dengan peserta² pameran (exhibitors) – tapi pastikanlah untuk menghargai waktu mereka dengan para pelanggannya sebelum Anda mendekati mereka sebagai mitra yang ingin berbagi bisnis (B2B). Setelah mengikuti seminar, yakinkanlah sungguh² bahwa Anda menjalankan kiat² seminar tsb. Apa gunanya ikut seminar jika Anda berakhir di bak sampah? Pusat Riset Industri Pameran menyatakan di tahun 2000, 88% peserta pameran tidak dihubungi oleh orang² penjualan. Coba perbaiki statistik tsb.

5. LAKUKAN INTELEJEN KOMPETITIF SECARA ONLINE
Ketika Joyce L. Bosc memulai Boscobel Marketing Communications Inc. pada tahun 1978 di rumah-nya di Silver Spring, Maryland, dia tidak tahu apa² tentang kompetisi yang sedang berlangsung. Sekarang ini, dia berkata, wirausahawan sudah jauh lebih mudah. "Sebagai bisnis rumahan [di tahun 1978], bagaimana Anda bisa tahu apa yang sedang dilakukan pesaing Anda, apa yang sedang mereka bebankan, atau klien seperti apa yang mereka punya?" ujar Bosc, yang sekarang perusahaannya punya 18 karyawan dan tidak lagi berbasis rumah. "Hari ini, informasi itu sepenuhnya ada di ujungjari Anda." Jadi, temukanlah situs pesaing Anda dan carilah informasi.

B. BERSIKAPLAH BERSAHABAT:

6. TAWARKAN BANTUAN ANDA
Ingin dikenal sebagai seorang pebisnis yang baik -- dan sebagai seorang budiman? Bantulah orang². Ellen Cagnassola mendirikan bisnis sabun buatan-tangan, MaryEllen's Sweet Soaps di Fanwood, New Jersey. Salah satu perolehan bisnisnya yang terbesar adalah berita mulut-ke-mulut yang dihasilkan bukan hanya karena kerjanya yang baik, tetapi juga karena kebajikannya. "Aku [siap menjadi] orang pertama yang membantu orang lain, dan aku menawarkan gagasan dengan gratis," ujar Cagnassola. "Aku pikir, hal ini dan antusias-ku terhadap bisnisku lah yang membuat orang² ingin menjadi bagian dari kesuksesan-ku." Di manakah ia menawarkan bantuan? Pusat Bisnis Wanita New Jersey dan Komite Revitalisasi di kota asalnya adalah beberapa tempat dimana ia berbagi kemampuan.
Cara lain untuk membantu masyarakat Anda dan bisnis Anda adalah dengan menyelaraskan diri Anda dengan organisasi nirlaba. Patrick Bishop, penulis Money-Tree Marketing, menawarkan ide ini: "Bentuklah program pengumpulan dana yang bermanfaat bagi sekolah, misalnya kartu diskon. Nah, di saat anak² sedang menjual kartu, mereka juga sedang mempromosikan bisnis Anda, lho."

7. TAWARKAN SAMPEL KARYA ANDA
Crandall menyarankan bahwa jika misalnya Anda seorang disainer web, Anda berselancar di internet, menemukan klien potensial, maka Anda bisa mengirimi mereka beberapa tips cara memperbaiki situs mereka. Atau Anda bisa lakukan kiat Anne Collins: "Awalnya, aku maunya tembak langsung aja mengajak bisnis," papar Collins, yang memiliki firma disain grafis berbasis-rumah di Laurel, Maryland, Collins Creative Services Inc., sekarang berbangga bahwa Angkatan Perang A.S. adalah salah satu klien-nya. "Terkadang aku tawarkan pekerjaan ringan secara gratis untuk menunjukkan klien potensial bagaimana kualitas pekerjaanku dan agar mereka terbiasa bekerja denganku."

8. JARINGAN / NETWORK
Jika kiat pemasaran yang ini sudah Anda dengar sebelumnya, ya memang ada alasan kuat: Kiat ini memang manjur. Bergabunglah ke dalam KADIN lokal Anda, kelompok² pengarah seperti LeTip International Inc., Leads Club, asosiasi industri Anda, atau Rotary Club. Ketika Anda bepergian, tanyalah orang² yang Anda temui: arahan apa yang mereka inginkan –dan simaklah sungguh² apa yang mereka katakan. Mereka akan mengganjar Anda setimpal.

9. PADUKAN PROMOSI DENGAN BISNIS2 LAIN
Dengan siapa Anda berbagi pelanggan? Temukan jawabannya dan cari cara bagaimana Anda dapat berpromosi satu sama lain. Jika Anda seorang humas, dekatilah penulis-cetak atau perancang grafis untuk rujukan² (referensi) klien. Atau, Anda bisa simak kelompok yang Crandall tahu ini: The Wedding Mafia, kelompok para profesional pernikahan (jurumasak, DJ, pembuat pakaian, jurupotret, dll.) yang bekerja sama melalui rujukan². Pilihan lain adalah menambahkan catatan ringkas di bagian bawah faktur Anda yang mereferensikan "seorang konsultan komputer yang hebat" kepada klien² akuntansi Anda, dan sang konsultan berbuat yang sama juga bagi Anda.

10. MENGOBROL /CHATTING ONLINE
Temukan newsgroups yang mengakomodasi audiens Anda dan bergabunglah. "Aku sih tidak memulai [ambil bagian di kelompok diskusi online] untuk berbisnis, tetapi sebagai cara menemukan informasi berbagai subjek," ujar Shel Horowitz, pemilik Accurate Writing & More yang berbasis di Northampton, Massachusetts, dan pengarang beberapa buku pemasaran, termasuk Grassroots Marketing. "Tetapi, ternyata hal itu menjadi alat pemasaran tunggal terbaik yang aku gunakan. Aku hanya perlu meluangkan waktu ku saja. [Satu] daftar saja telah membuatku mendapat sekitar 60 klien dalam lima tahun ini."

11. TAWARKAN LAPORAN BERKALA LEWAT E-NEWSLETTER
Ini, di samping, memantapkan Anda sebagai seorang ahli, juga menyediakan alat pemasaran lain yang amat penting: alamat e-mail dari klien² potensial. Anda telah membuka gerbang untuk membina hubungan dengan orang² ini dengan cara menawarkan informasi gratis. Kini mereka bisa mendekati Anda untuk berbisnis, atau Anda bisa menggunakan alamat² email ini untuk menawarkan jasa/bisnis Anda.(BERSAMBUNG)

Sumber : (by Laura Tiffany, February 01, 2006, artikel ini mula² diterbitkan di Entrepreneur.com pada tahun 2001. Diperbaharui dengan informasi baru pada tahun 2006) | Pramono 'Pakde' Dewo

Jumat, 25 September 2009

LIMA PELAJARAN BERHARGA UNTUK KITA RENUNGI BERSAMA....

Ini lima buah Pelajaran Berharga, yang sangat bagus untuk kita, mari kita renungkan bersama

1. Pelajaran Penting ke-1

Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Profesor memberikan quiz mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai pada soal yang terakhir.

Isi Soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan wanita yang
menjadi petugas pembersih sekolah ?.

Saya yakin soal ini cuma "bercanda".

Saya sering melihat perempuan ini. Tinggi, berambut gelap dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu nama depannya... ? Saya kumpulkan saja kertas ujian saya, tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong.

Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal terakhir akan "dihitung" atau tidak. "Tentu Saja Dihitung!!" kata si Profesor. "Pada perjalanan karirmu, kamu akan ketemu banyak orang. Semuanya penting!. Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu cuma dengan sepotong senyuman, atau sekilas "hallo"!

Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama depan ibu pembersih sekolah adalah "Dorothy".

2. Pelajaran Penting ke-2 , Penumpang yang Kehujanan Malam itu.

Pukul setengah dua belas malam, Seorang wanita negro rapi yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir seperti badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin menumpang mobil. Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat.

Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis tahun 1960-an, yaitu pada saat itu. Pemuda ini akhirnya membawa si ibu negro selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini taksi. Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si pemuda.

7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk Seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set besar berwarna (1960-an!) khusus dikirim kerumahnya.

Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah : "Terima kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang sedang sekarat... hingga wafatnya.

Tuhan memberkati anda, karena membantu saya dan tidak mementingkan dirimu pada
saat itu"

Tertanda
Ny. Nat King Cole.
Catatan : Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn. 60-an di USA

3. Pelajaran penting ke-3 - Selalulah perhatikan dan ingat, pada semua yang anda layani.

Di zaman eskrim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang
anak laki-laki umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja.

Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih dihadapannya. Anak ini kemudian bertanya "Berapa ya,... harga satu ice cream sundae?" katanya. "50 sen..." balas si pelayan. Si anak kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin di kantongnya....

"Wah... Kalau ice cream yang biasa saja berapa?" katanya lagi.

Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja lain sudah mulai banyak... dan pelayan ini mulai tidak sabar. "35 sen" kata si pelayan sambil uring-uringan.

Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi dikantongnya. "Bu... saya pesen yang ice cream biasa saja ya..." ujarnya. Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas kuitansi di atas meja dan terus melengos berjalan.

Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi. Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu.

Rapi tersusun disamping piring kecilnya yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen. Anda bisa lihat... anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang "layak" ......

4. Pelajaran penting ke-4 - Penghalang di Jalan

Kita Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang menempatkan sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi, untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan.

Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba ditempat, untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan dari rintangan. Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan dengan menyingkirkan batu itu.

Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan dahulu bebannya, dan mencoba memindahkan batu itu kepinggir jalan. Setelah banyak mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil menyingkirkan batu besar itu.

Ketika si petani ingin mengangkat kembali sayurnya, ternyata ditempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan surat Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau menyingkirkan batu tersebut dari jalan. Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah bisa mengerti.

Bahwa pada dalam setiap rintangan, tersembunyi kesempatan yang bisa dipakai untuk memperbaiki hidup kita.

5. Pelajaran penting ke-5 - Memberi, ketika dibutuhkan.

Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang.

Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil yang berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu.

Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya. Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum mengambil nafas panjang dan berkata "Baiklah... Saya akan melakukan hal tersebut.... asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku".

Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur, disamping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi Wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar...katanya "Apakah saya akan langsung mati dokter... ?" Rupanya si kecil sedikit salah pengertian.

Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya. Lihatlah...bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya....

Bekerjalah seolah anda tidak memerlukan uang, Mencintailah seolah anda tidak pernah dikecewakan, dan Joget & nyanyilah seolah tidak ada yang nonton.

.... DALAM GELAPNYA MALAM, KITA JUSTRU DAPAT MELIHAT
INDAHNYA BINTANG ... !


Sumber : Pramono 'Pakde' Dewo (dari milis tetangga sebelah)

=end=

Jumat, 18 September 2009

ZAHIR, EXPORT PROGRAM KE MANCANEGARA...

Sektor usaha kecil dan menengah juga merupakan pasar yang menggiurkan. Hal ini dibuktikan oleh sukses bisnis PT Zahir International, sebuah perusahaan yang bergerak dalam penyediaan perangkat lunak akuntansi. Fadil Fuad Basymeleh, chairman perusahaan itu, konsisten dan fokus melayani perusahaan-perusahaan dengan omzet tak lebih dari Rp 500 juta dan jumlah karyawan kurang dari 50 orang.

Bermain di sektor ini, produk Zahir ditawarkan seharga Rp l juta - Rp 15 juta. Namun begitu, pemasukan perusahaan itu mencapai miliar rupiah setiap tahunnya. (Tahun ini ditargetkan mencapai Rp 10 miliar.) Kini, sekitar 7.500 pelanggan loyal setia menunggu perangkat lunak terbaru keluaran Zahir.

Produk utama Zahir adalah Zahir Accounting. Versi 1.0-nya telah terbit sejak 1997 dan kini sudah tersedia versi 5.1 yang tentunya sudah semakin canggih. Software tersebut memiliki 62 fitur dengan beragam kegunaan. Antara lain: multi-currency, giro mundur, multi-warehouse, alokasi biaya impor, dan serial number.

Semua fitur itu sudah disesuaikan dengan kebutuhan utama UKM. Karena produk Zahir menyasar "pasar bawah", ciri utamanya adalah mudah digunakan. Karena itu, tagline mereka yang pada awalnya "Termudah Digunakan" kini diganti menjadi "Terbaik di Dunia yang Berbahasa Indonesia".

Berbeda dengan para kompetitor, perangkat lunak buatan Fadil tak menyasar para akuntan. Ia dikhususkan untuk para pemilik usaha. Dengan Zahir, angka-angka yang kerap rumit telah diolah menjadi laporan yang mudah dipahami dengan desain tampilan sederhana. Dengan begitu, sang pengusaha akan dimudahkan dalam pengambilan keputusan.

Menyadari sektor UKM beragam dalam kebutuhan dan daya beli, Zahir menjual produk dalam bentuk fitur. Perusahaan-perusahaan tak perlu membeli berdasarkan modul yang memuat keseluruhan fitur. Mereka bisa memilih sesuai kebutuhan.

Fadil mulai berbisnis sejak sangat muda. Lelaki kelahiran 1971 ini sempat belajar di Jurusan Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung. Tetapi, tampaknya dunia kuliah tak terlalu menarik minatnya. Ia memutuskan untuk menikah pada usia muda, di umur 21 tahun. Untuk menopang kehidupan keluarga, ia mulai berbisnis. Ia keluar dari ITB pada tahun ketiga.

Sebelum terjun ke dunia software, Fadil sempat berbisnis setting dan layout, percetakan, serta periklanan. Di bisnis percetakan, klien pertamanya adalah Sarung Cap Mangga Dua, sebuah perusahaan yang boleh dibilang besar.

Pada 1994, pengusaha muda yang memulai bisnisnya dari nol ini mendapat sokongan dana dari Sarana Jabar Ventura. Meski proposalnya sempat ditolak hingga lima kali, akhirnya Fadil mendapat modal Rp 50 juta. Berkat suntikan modal tersebut, bisnisnya terus berkembang. Pada 1997, ia mendapat sokongan kedua dari perusahaan modal ventura tersebut. Kali ini, nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Tetapi, krisis ekonomi 1997 datang menghantam.

Fadil memasuki masa-masa sulit. Di tengah segala masalah yang menimpa, ia disarankan menggunakan perangkat lunak akuntansi untuk memudahkan pembuatan laporan keuangan. Tetapi, daripada membeli yang mahal, Fadil kemudian memutuskan membuat sendiri. Kebetulan, lelaki itu memang hobi programming. Dari situlah kemudian lahir software Zahir.

Hingga kini, Fadil dan produk Zahir-nya telah berhasil meraih enam penghargaan (antara lain Best of the Best Winner pada Asia Pacific ICT Award Indonesia 2003 dan Technopreneur Award pada Juli 2008). Tantangan berikutnya adalah menggapai pasar mancanegara. Langkah ke sana sudah disiapkan dengan membuka kantor cabang di Malaysia. Selain itu, Zahir mulai rajin ikut pameran di luar negeri, termasuk di Eropa.

Dari sisi produk, Zahir Accounting kini tersedia dalam bahasa Indonesia, Inggris, Malaysia, dan juga Arab. Lalu, berniatkah Fadil memasuki pasar perusahaan besar yang lebih rumit? "Kami tak berkeinginan memasuki pasar menengah atas. Kami akan konsisten di UKM," ujar lelaki yang sudah gemar mengutak-atik program komputer sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas di Lombok ini.

—Parlindungan Sibuea (BusinessWeek Indonesia No.22, 13-20 Agustus 2008)

Rabu, 16 September 2009

Kita Terlalu Banyak Ciptakan Sarjana PENCARI Kerja..! (Ciputra)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha Ciputra mengatakan, akar musabab kemiskinan di Indonesia bukan semata akibat akses pendidikan, karena hal itu hanya sebagian, melainkan karena negara tidak menumbuhkembangkan entrepreneurship dan jiwa entrepreneur dengan baik pada masyarakatnya.

"Kita banyak menciptakan sarjana pencari kerja, bukan pencipta lapangan kerja, itu membuat masyarakat kita terbiasa makan gaji sehingga tidak mandiri dan kreatif," ujar Ciputra di hadapan peserta seminar "Entrepreneurship Inspiring Our Journey" yang digelar di SMA Kolese Kanisius, Jakarta, Sabtu (29/8).

Entrepreneur atau wirausahawan, kata pria yang akrab disapa Pak Ci' ini, adalah seseorang yang mampu mengubah kotoran atau rongsokan menjadi emas. Dengan demikian, kata dia, negara selama ini hanya mencetak begitu banyak sarjana yang hanya mengandalkan kemampuan akademisnya, tetapi menjadikan mereka lulusan yang tidak kreatif.

"Malaysia punya lebih banyak wirausahawan daripada Indonesia, kini mereka lebih maju karena pendapatannya yang empat kali lebih besar dari Indonesia," ujar Pak Ci'.

Sarjana pencari kerja

Makin banyak entrepreneur, sejatinya semakin makmur suatu negara. Ilmuwan dari Amerika Serikat (AS) David McClelland pernah menjelaskan bahwa suatu negara disebut makmur jika minimal mempunyai jumlah wirausahawan minimal 2 persen dari jumlah penduduk di negara tersebut.

Menurut Ir Antonius Tanan, Direktur Human Resources Development (HRD) Ciputra Group yang juga menangani Ciputra Entrepreneurship School (CES), bahwa pada 2007 lalu AS memiliki 11,5 persen wirausahawan di negaranya.

Sementara itu, Singapura memunyai 4,24 juta wirausahawan pada 2001 atau sekitar 2,1 persen. Namun, empat tahun kemudian jumlah tersebut meningkat menjadi 7,2 persen, sedangkan Indonesia hanya memiliki 0,18 persen jumlah wirausahawan.

"Negara kita terlalu banyak memiliki perguruan tinggi dan terlalu banyak menghasilkan sarjana, tetapi sayangnya tidak diimbangi dengan banyaknya lapangan kerja," tandas Antonius.

"Akhirnya kita hanya banyak melahirkan pengangguran terdidik, tahun 2008 kita punya 1,1 juta penganggur yang merupakan lulusan perguruan tinggi," ujarnya.

Data tahun 2005/2006, misalnya, lanjut Antonius, terdapat 323.902 lulusan perguruan tinggi yang lulus. Kemudian dalam waktu 6 bulan dari Agustus 2006 sampai Februari 2007, jumlah penganggur terdidik naik sebesar 66.578 orang.

"Generasi muda kita tidak memiliki kecakapan menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri karena mereka terbiasa berpikir untuk mencari kerja," ujar Antonius.

Senin, 07 September 2009

KARENA TIDAK DILATIH, MEREKA TIDAK JADI ENTREPRENEUR...!

Di masa tuanya, Ciputra, pelopor industri properti Indonesia, hendak mengabdikan waktu dan pikirannya untuk menumbuhkan jiwa-jiwa entrepreneur di kalangan muda. Sekolah yang didirikannya, dari sekolah dasar hingga menengah atas, kini mulai menekankan pendekatan kewirausahaan kepada para anak didik sejak dini.

Pada Universitas Ciputra di Surabaya bahkan dilekatkan moto "The School for Entrepreneurs". Pak Ci juga tengah bersiap mendirikan Ciputra Institute Entrepreneurship yang diharapkan menjadi resource center untuk pembelajaran kewirausahaan. Selain itu, ia telah menelurkan beberapa buku kecil untuk menyebarkan semangat berwiraswasta.

Lelaki yang memasuki usia 76 tahun ini mencemaskan kurangnya jumlah wirausahawan di Tanah Air. Ia meyakini paling tidak 10% orang Indonesia sebetulnya berbakat menjadi pengusaha dan mampu menciptakan lapangan kerja. Tetapi, karena mereka tidak tumbuh dalam iklim yang kondusif (pegawai atau profesional dianggap memiliki masa depan yang lebih aman, misalnya), hanya sedikit yang benar-benar menjadi pengusaha.

Mengutip ahli pendidikan kewirausahaan David McClelland, dalam salah satu bukunya Ciputra mengungkap setidaknya 2% dari rakyat sebuah negara harus menjadi entrepreneur agar bangsa tersebut dapat menikmati kemakmuran.

Belum lwaktu yg lalu, Andrianto Soekarnen dan Parlindungan Sibuea dari Business-Week Indonesia mewawancarai Ciputra di kantornya di bilangan Kuningan, Jakarta. Sebagaimana biasa, Pa Ci sangat antusias dan bersemangat berdiskusi soal kewirausahaan. Lelaki dengan sembilan cucu itu masih juga energik dan berpikiran tajam, buah dari terus bekerja hingga tua. Berikut ini petikan interviu tersebut.

Apa yang melandasi niat Pak Ci mendorong pengembangan kewirausahaan?

Untuk kemajuan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang, kita sangat membutuhkan penambahan jumlah entrepreneur. Berbagai riset dan studi telah membuktikan bahwa pertumbuhan jumlah wirausahawan memiliki kaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi.

Apa saja kegiatan konkret yang Pak Ci lakukan untuk itu?

Pertama, saya mendirikan Universitas Ciputra yang memiliki tema utama entrepreneurship. Tujuan kami sangat jelas, yaitu creating world-class entrepreneurs melalui jalur pendidikan. Setiap mahasiswa dari jurusan apapun mendapat pembelajaran dan pelatihan kewirausahaan. Kami mengutamakan praktik lapangan. Yang kedua, kami sedang menyusun dan menguji coba sebuah pembelajaran entrepreneurship yang dapat dilaksanakan dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah umum pada sekolah-sekolah di lingkungan Grup Ciputra. Ketiga, kami tengah mempersiapkan dan mengkaji pendirian Ciputra Institute Entrepreneurship atau CIE. Ini adalah sebuah resource center untuk pembelajaran entrepreneurship bagi dunia pendidikan.

Yang kerap menjadi pertanyaan, apakah kewirausahaan bisa diajarkan? Atau, ia sebetulnya bakat bawaan?

Entrepreneurship bisa diajarkan bagi mereka yang mempunyai bakat. Kalau mereka lahir tanpa bakat, memang susah. Ini seperti menjadi penyanyi, perlu punya bakat. Masalahnya, di Indonesia, begitu banyak orang mempunyai bakat terbuang sia-sia karena tidak dididik dengan baik. Saya kira paling tidak ada 10% orang Indonesia yang berbakat menjadi entrepreneur. Tetapi, karena tak pernah dididik, dilatih, dan diberi kesempatan; mereka tidak berhasil menjadi entrepreneur.

Dapatkah kita mengenali orang berjiwa entrepreneur sejak kecil?

Ada kalanya sejak kecil sudah terlihat. Ada kalanya ketika dewasa baru terlihat. Bisa saja ketika sekolah di tingkat dasar ia seperti biasa-biasa saja. Tetapi, saat dirinya sekolah menengah, kemampuan entrepreneurship-nya muncul.

Menjadi pengusaha di Indonesia tidaklah mudah. Iklim bisnis tak banyak mendukung. Mendirikan perusahaan baru saja sulitnya bukan main.

Hambatan dalam pendirian perusahaan baru memang harus dihilangkan. Apabila hambatan-hambatan itu hilang, entrepreneur pemula akan lebih banyak yang mencoba masuk. Ini pasti akan meningkatkan jumlah entrepreneur Indonesia. Memang, sekarang ini sangat banyak hambatan. Tetapi, kita jangan putus asa. Kita harus terus berjuang untuk memajukan bangsa.

Apa saja problem utama kewirausahaan di Tanah Air?

Sedikitnya terdapat empat masalah. Pertama, informasi tentang profesi entrepreneur belum tersebar merata di tengah-tengah masyarakat. Kedua, wirausaha belum mendapat penghargaan yang layak sebagai sebuah profesi yang penting dan membanggakan. Ketiga, tidak banyak orangtua yang memperkenalkan, mempromosikan, dan melatih entrepreneurship kepada anak-anak mereka. Keempat, masih terdapat kelemahan-kelemahan dalam sistem perundangan dan peraturan sehingga menghambat proses entrepreneurship. Lalu, ada pula sederet hambatan lain; yakni hambatan mental, moral, karakter, fisik, tradisi, dan hambatan yang kita ciptakan sendiri seperti birokrasi.

Apa contoh hambatan mental yang Anda maksud?

Sederhana saja. Kalau sejak kecil tidak ditanamkan bahwa menjadi entrepreneur adalah hebat, itu sudah jadi mental block tersendiri. Apalagi kalau dikatakan bahwa entrepreneur itu sama dengan penipu, mental block-nyaakan semakin berat. Kalau orangtua atau guru mengatakan jangan jadi pedagang, itu berbahaya. Kita tabu bahwa ungkapan seperti itu sangat umum di Indonesia. Lalu, seorang entrepreneur juga merupakan risk taker.

Kalau sejak kecil tidak dibiasakan untuk mengambil risiko, seseorang akan susah pada masa berikutnya. Contoh sederhana risk taking adalah berani berkomunikasi di depan orang. Ia mesti dilatih memecahkan masalah sendiri. Ia harus berani menjual. Di sekolah-sekolah kami, keberanian semacam itu dilatih. Untuk menjadi entrepreneur yang hebat perlu sebuah proses pembelajaran. Harus pula diingat bahwa seorang entrepreneur pada dasarnya adalah opportunity seeker. Dalam setiap masalah, ia selalu punya ide.

Inti entrepreneurship adalah ide. Anda kerap mengulang ungkapan ini.

Ya. Untuk menjadi entrepreneur, yang utama adalah ide dan inovasi. Uang akan menyusul. Saya selalu mengatakan, kalau kita punya ide brilian, uang akan datang. Saya membangun Jaya Group selama 45 tahun bermula dari tanpa uang. Dengan Metropolitan Group, selama 35 tahun, juga awalnya tanpa uang. Dengan Ciputra Group, kini sudah berjalan 25 tahun, juga semula tanpa uang.

Bagaimana kemudian caranya memperoleh kepercayaan orang-orang untuk membiayai ide Anda?

Anda tentu harus mempersiapkan diri dengan ide-ide cemerlang. Saya datang kepada Pak Marno (Soemarno Sosroatmodjo, ketika itu Gubernur DKI Jakarta). Saya katakan saya ingin membangun Kota Jakarta. Waktu itu saya baru tamat kuliah dari ITB. Saya mulai dengan proyek Senen. Saya langsung membuat studi. Untuk mengatasi kebutuhan uang, kami mengajak berbagai pihak, seperti Hasyim Ning, untuk berpartner.

Begitu pula dengan proyek Ancol. Saya datang ke Bang Ali (Ali Sadikin, Gubernur DKI waktu itu) untuk meyakinkan dia. Ia katakan, "Ayo, join dengan saya." Padahal, waktu itu saya tak punya uang. Tetapi, saya melihat opportunity. Mulanya kami membuka tempat rekreasi sederhana. Namanya Binaria.

Dari income di situ, kami mulai membangun sarana rekreasi, industri, dan perumahan. Begitu pula ketika saya membangun Metropolitan Group. Saya datang ke Om Liem (konglomerat Liem Sioe Liong). Saya ajak dia membangun Pondok Indah. Mulanya ia tak mau. Saya minta ia meminjamkan uang dan menawarkan join fifty-fifty. Dari hasil usaha, saya bayar utang itu.

Jadi, kalau Anda punya ide cemerlang, banyak investor akan datang. Awalnya Anda mampu membuat dua ekor kambing kecil menjadi lima ekor. Dengan modal kemampuan itu, Anda bisa datang ke bank untuk meminjam uang. Anda yakinkan mereka bahwa Anda bisa menjadikannya puluhan ekor. Setelah diberi pinjaman bank, Anda akhirnya bisa menernakkan kambing menjadi ribuan ekor.

Apakah semua orang punya akses seperti Anda, misalnya untuk bertemu Bang Ali atau Om Liem?

Semua orang bisa diakses. Tergantung kemampuan Anda. Yang menentukan berhasil atau tidaknya adalah Anda sendiri. Kalau Anda sendiri takut, tak percaya diri, tidak bersemangat, dan tak mau ambil risiko, ya susah. Hal ini berulang kali saya katakan kepada para mahasiswa.


Pramono 'Pakde' Dewo 30 Agustus, jam 23:21(Wawancara dg Pak Ciputra Dikutip dari BusinessWeek Indonesia, Januari 2007)

Senin, 31 Agustus 2009

9 TIPE KEPRIBADIAN ENTREPRENEUR....

Agar kita bisa tahu apa yang kita butuhkan untuk sukses. Apakah Anda memiliki tipe yang sama dengan Bill Gates yang visioner atau improver seperti Anita Roddick, pendiri Body Shop? Baca saja, tipe-tipe kepribadian
seorang pebisnis di bawah ini.

9 Tipe Kepribadian Entrepreneur - Yang Manakah Tipe Kepribadian Anda?

1. The Improver.

Anda memiliki kepribadian ini jika Anda menjalankan bisnis dengan menonjolkan gaya improver alias ingin selalu memperbaiki.Anda menggunakan perusahaan Anda untuk memperbaiki dunia.Improver memiliki kemampuan yang kokoh dalam menjalankan bisnis.
Mereka juga memiliki intergritas dan etika yang tinggi.

Personality Alert: Waspadai sifat Anda yang cenderungmenjadi perfeksionis dan terlalu kritis terhadap karyawan dan pelanggan Anda. Contoh Entrepreneur: Anita Roddick,pendiri The Body Shop.

2. The Advisor.

Tipe kepribadian pebisnis seperti ini bersedia memberikan bantuan dan saran tingkat tinggi bagi para pelanggannya.Motto dari advisor ini yaitu pelanggan adalah benar dan kita harus melakukan apa saja untuk menyenangkan mereka.

Personality Alert: Seorang advisor bisa jadi terlalu fokus pada kebutuhan bisnis mereka dan pelanggan, sehingga cenderung mengabaikan kebutuhan mereka sendiri dan
bisa-bisa malah cape hati sendiri. Contoh Entrepreneur:John W. Nordstrom, pendiri Nordstorm.

3. The Superstar.

Inilah bisnis yang pusatnya dikelilingi oleh karisma dan energi tinggi dari Sang CEO Superstar. Pebisnis dengan kepribadian seperti ini biasanya membangun bisnis mereka dengan personal brand mereka sendiri.

Personality Alert: Pebisnis dengan tipe ini bisa menjadi terlalu kompetitif dan workaholics.
Contoh Entrepreneur: Donald Trump, CEO Trump Hotels &Casino Resorts.

4. The Artist.

Kepribadian pebisnis seperti ini biasanya senang menyendiri tapi memiliki kreativitas yang tinggi. Mereka biasanya sering kali ditemukan di bisnis yang membutuhkan kreativitas seperti pada perusahaan agen periklanan, web design, dll.

Personality Alert: Pebisnis tipe ini bisa jadi terlalu sensitif terhadap respon pelanggan Anda, walaupun kritik dari mereka bersifat membangun.

Contoh Entrepreneur: Scott Adams, pendiri dan penggagas Dilbert.

5. The Visionary.
Sebuah bisnis yang dibangun oleh seorang visioner biasanya berdasarkan visi masa depan dan pemikiran pendirinya. Anda memiliki keingintahuan yang tinggi untuk mengerti dunia di sekeliling Anda dan akan membuat rencana untuk menghindari segala macam rintangan.

Personality Alert: Seorang visioner bisa jadi terlalu fokus pada mimpi mereka dan kurang berpijak pada realitas. Dan jangan lupa, menyertai visi Anda dengan melakukan tindakan nyata. Contoh Entrepreneur: Bill Gates, pendiri MicroSoftInc.

6. The Analyst.

Jika Anda menjalankan bisnis sebagai seorang analis, perusahaan Anda biasanya memfokuskan pada penyelesaian masalah dalam suatu cara sistematis. Seringkali berbasis pada ilmu pengetahuan, keahlian teknis atau komputer, seorang analis perusahaan biasanya hebat dalam memecahkan masalah.

Personality Alert: Hati-hati dengan kelumpuhan analisa. Bekerjalah dengan mempercayai orang lain. Contoh Entrepreneur: Gordon Moore, pendiri Intel.

7. The Fireball.

Sebuah bisnis yang dimiliki oleh si Bola Api ini biasanya dioperasikan dengan penuh hidup, energi dan optimisme.Pelanggan merasa perusahaan Anda dijalankan dengan tingkah laku yang fun.

Personality Alert: Anda bisa jadi berkomitmen yang berlebihan terhadap tim Anda dan bertingkah laku terlalu impulsif. Seimbangkan keimpulsivan Anda dengan rencana
bisnis.

Contoh Entrepreneur: Malcolm Forbes, penerbit dan pendiri Forbes Magazine.

8. The Hero.

Anda memiliki kemauan dan kemampuan yang luar biasa dalam memimpin dunia dan bisnis Anda melalui segala macam tantangan.Anda adalah inti dari kewirausahaaan dan bisa mengumpulkan banyak perusahaan besar.

Personality Alert: Terlalu mengumbar janji dan menggunakan taktik kekuatan penuh untuk mendapatkan sesuatu dengan cara Anda tidak akan berhasil dalam jangka waktu panjang. Untuk menjadi sukses, percayailah keterampilan kepemimpinan Anda untuk menolong orang lain menemukan jalan mereka.

Contoh Entrepreneur: Jack Welch, CEO GE.

9. The Healer.

Jika Anda adalah seorang 'penyembuh', Anda bersifat pengasuh dan penjaga keharmonisan dalam bisnis Anda. Anda memiliki kemampuan bertahan yang luar biasa dan keteguhan disertai dengan ketenangan dari dalam.

Personality Alert: Karena sifat perhatian Anda dan kepenyembuhan Anda dalam menjalankan bisnis, Anda bisa jadi menghindari realitas di luar sana dan selalu terlalu berharap. Gunakan skenario perencanaan untuk persiapan datangnya masalah.

Contoh Entrepreneur: Ben Cohen, salah satu pendiri Ben &
Jerry's Ice Cream.

Nah, dengan mengetahui 9 tipe kepribadian dalam menjalankan sebuah bisnis, Anda bisa lebih terarah dalam membangun bisnis .

DAN JANGAN LUPA SATU HAL, PENGUSAHA TIDAK PERLU PINTAR TAPI PANDAI CARI ORANG PINTAR


Semoga bermanfaat bagi semua

Salam Sukses Buat Semua Fighter !
Pramono 'Pakde' Dewo

Sabtu, 15 Agustus 2009

Rahasia Perempuan dengan Bayaran Termahal

KOMPAS.com - Ada banyak hal yang diperlukan untuk mencapai posisi atau gaji yang diinginkan. Contohnya, kemampuan kerja, kecerdasan, atau keahlian berbicara. Namun bagi lima wanita yang memiliki gaji atau bayaran termahal ini, ada hal-hal sederhana yang juga diperlukan. Apa sajakah itu?ADVERTISEMENT
1. Jadilah diri sendiri
Indra Krishnamurthy Nooyi, CEO PepsiCo kelahiran India, adalah CEO wanita dengan gaji tertinggi di Amerika. Saat menghadapi beberapa wawancara kerja pada awal karirnya, Nooyi dengan pede mengenakan pakaian tradisional negaranya, sari. Hingga sekarang, Nooyi masih memakai pakaian tersebut untuk menghadiri acara-acara korporat.
2. Nama Anda adalah merek Anda, jadi jagalah sebaik-baiknya
"Saya sangat berhati-hati dengan merek itu sendiri. Vas bunga yang ada nama saya itu, saya desain sendiri," kata Rachael Ray, host talk show "Rachael Ray" yang juga celebrity chef dengan bayaran termahal di Amerika.
3. Jangan menghabiskan energi melawan pembenci Anda
"Saya enggak bisa berharap semua orang menyukai apa pun yang saya lakukan," ujar Beyoncé Knowles, penyanyi, penulis lagu, produser rekaman, aktris, dan desainer pakaian untuk label miliknya, House of Dereon.
4. Pastikan pasangan mendukung Anda
"Saya biasa pulang ke rumah setelah menghadiri meeting, dan saya hanya bilang, 'Sori, aku terlambat', dan suami saya cuma geleng-geleng kepala. Suami saya memang baik sekali," ujar Sallie Krawcheck, mantan Chief Financial Officer dan Head of Strategy Citigroup yang juga peraih Most Powerful Women in Business dari majalah Forbes.
5. Posisikan diri Anda untuk pekerjaan yang Anda inginkan
"Ketika saya masih meniti karier menuju puncak di dunia tenis, saya tidak pernah mengatakan ingin menjadi nomor dua. Saya katakan, saya ingin menjadi nomer satu," demikian dikatakan mantan petenis nomer satu dunia dan peraih tiga gelar Grand Slam, Maria Sharapova.

Jumat, 31 Juli 2009

Habibie Afsyah Untuk GerNas AYO MANDIRI

“Jumlah wirausahawan ikut menentukan kesejahteraan suatu bangsa. Di Amerika terdapat 11% pengusaha dari jumlah penduduk. Di Singapura sekitar 7% dan di Indonesia baru sekitar 0,18%. Kalau saja kita mendorong anak-anak kita untuk mandiri, Insya Allah tidak lama lagi bangsa kita akan menjadi bangsa yang maju dan sejahtera.”

Valentino Dinsi, LET’S GO INDONESIA Foundation

Dukung Habibie Afsyah
Icon Gerakan Nasional AYO MANDIRI

Nama Lengkapnya Habibie Afsyah, tapi dia lebih suka dipanggil Habibie sesuai nama tokoh idolanya Prof. DR. Ing. B.J. Habibie (Mantan President RI). Tubuhnya yang renta (hanya bisa menggerakkan satu jari tangan saja) tidak menjadikannya putus asa untuk MANDIRI. Habibie adalah salah satu pebisnis online di Indonesia yang sukses memperoleh penghasilan ratusan juta rupiah perbulan dari Internet. Kalau Habibie saja yang hanya bisa menggerakkan satu jarinya ingin Hidup Mandiri, mengapa kita yang bisa menggerakkan 10 jari kita berputus asa ?

Mari dukung dan hadiri Kampanye Damai Gerakan Nasional AYO MANDIRI bersama Habibie Afsyah dan Valentino Dinsi

Hari/Tanggal : Senin, 6 Juli 2009
Tempat/Waktu : Tugu Pancoran, Jam 07.00 – 09.00

Walau hanya 1 menit, berhenti dan lambaikan tangan Anda di Tugu Pancoran untuk Habibie sebagai tanda dukungan Anda terhadap GerNas AYO MANDIRI.

Apabila tidak memberatkan, sebarkan email ini ke teman-teman lainnya agar semakin banyak keluarga Indonesia Mandiri..

Acara ini sekaligus peluncuran buku ke 8 karya Valentino Dinsi: “Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian # 2”


Valentino Dinsi
Ketua GerNas AYO MANDIRI

PS:
1. Kampanye damai ini berupa penyebaran flyer dan penempelan sticker GerNas AYO MANDIRI.
2. Acara ini tidak ada hubungannya dengan kampanye Pilpres dan tidak akan menampilkan nama, logo, gambar atau inisial salah satu Capres.


Anda dapat memesan buku Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian # 2 karya Valentino Dinsi dengan mengklik http://internetmarketing.bisnis2121.com/?id=duasatu12

Sabtu, 18 April 2009

Kenapa Karyawan Jarang Menjadi Kaya?

Pertanyaan seperti diatas sering tembul dalam benak kita, malah tak sedikit yang bernada pesimis dengan menyebut kata "NASIB' atau hanya sekedar ungkapan penghibur diri yang belum menemukan jalan keluar untuk mengatasinnya. Memang didalam kehidupan 'pekerja' terutama bagi pekerja golongan menengah kebawah, untaian kata "nasib" dan pasrah menerima kenyataan hidup sebagai "buruh kasar" atau lebih tepatnya disebut sebagai 'kuli' adalah bagian tak terpisahkan bagi kehidupan nyata. Tak harus ada penyesalan bagi kenyataan ini, tetapi mengapa harus berlama-lama dalam kenyataan ini bila hendak menemukan pencerahan sebagaimana yang telah dirasakan sebagian kecil oleh sesama kita.

Nampaknya perubahan hidup yang diinginkan, entah menitipkannya lewat caleg yang sedang berkampanye atau menyuarakan lewat serikat pekerja yang dipercayakan, namun hal yang diperoleh atas dinamika tersebut tidaklah membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan. Betapa banyak faktor yang dapat mempertahankan kondisi sulit tersebut, diantaranya :
Membelanjakan uang yang belum diperoleh yaitu kebanyakan membebankan gaji terhadap barang kreditan yang bersifat komsumtif seperti membayar cicilan kendaraan, perabotan, rumah, dan pinjaman berbunga entah dari bank, koperasi, sampai dengan rentenir.
Terlalu diperdaya oleh 'dikotomi negatif', yaitu apabila kita sudah bekerja maka kita wajib bekerja dengan baik, patuh terhadap perintah atasan, dan loyal terhadap aturan-aturan yang telah ditetapakan, tanpa pernah melihat dari berbagai sudut pandang seperti perintah yang harus dipatuhi tujuannya untuk apa, kenapa, dan lain-lain. Sebab dalam dimensi ril, terutama berlaku dilingkungan elemen paling bawah, kebanyakan kebijakan-yang dibuat tidak lebih hanya sebagai penopang karier atasan saja tanpa pernah memberi limpahan kebaikan atas kebijakan pada bawahan yang menjadi ujung tombak keberhasilan usaha.
Terlalu larut pada mitos 'menunggu kenaikan gaji/pangkat' sehingga waktu berlalu begitu saja dan ikut hanyut bersama waktu semu tersebut.
Terlilit oleh budaya nepotisme yang kuat, kebanyakan dari kita tidak banyak bisa diperbuat kerena adanya tekanan omosional akibat harus berbalas bakti. Hal seperti ini terjadi karena harus menjaga citra dan nama baik kolega yang menjadi sponsor diterimanya bekerja pada suatu perusahaan.
Harapan besar tanpa disertai upaya sesuai kemampuan dan kebutuhan lingkungan kerjanya. Pada umumnya terjadi hanya karena semua diserahkan begitu saja tanpa ada upaya untuk meningkatkan kemampuan personalnya. Hanya menunggu, menunggu, dan menunggu tanpa ada usaha sebagai tindak lanjut mendukung lahirnya upaya perbaikan kearah yang lebih baik.

Hal-hal seperti diatas telah berlangsung dari generasi kegenarasi, bahkan telah terjadi lintas zaman, dan tak banyak yang dapat dikerjakan untuk melakukan suatu perubahan. Karena selama ini kita tidak seperti tenaga kerja dinegara lain, dimana pemerintahnya tak henti melakukan berbagai terobosan untuk berupaya mengatasi permasalahan klasik tersebut. Tindakan nyata lebih bersifat politis daripada aspiratif. Suatu permasalahan mendapat perhatian apabila sudah terjadi aksi yang lebih ekstrim. Bahkan tak sedikit diselesaikan dengan menjerat tokoh-tokonya dengan pasal anakis tanpa menengok kebelakan apa yang menjadi penyebab terjadinya hal tersebut. Seperti tak ada lembaga yang dapat dijadikan sandaran vertikal untuk urusan ini. Kalaupun ada, lebih banyak tenggelam oleh sistim birokrasi yang cukup pelik. Ujung-ujungnya pekerja itu harus menanggung kanyataan pahit itu sendiri.

Pemikiran seperti diatas tidak dimaksudkan untuk menyalahkan siapa-siapa. Namun lebih diarahkan untuk meletakkan kenyataan sebagaimana adanya. Tak ada artinya seminar, janji kampanye akan sia-sia seiring kalahnya caleg bersangkutan. Hanya satu jalan untuk keluar dari masalah ini adalah kita selaku pekerja yang terlibat langsung dari berbagai dimensi, harus melakukan suatu hal seperti meningkatkan keterampilan profesi, personal maupun keterampilan sosial. Mari berbuat dengan banyak belajar atas berbagai kenyataan. Bangkitkan semangat juang, ciptakan berbagai sumber penghasilan untuk menopan kehidupan. Ajarkan kepada orang-orang terdekat bagaimana mempergunakan uang sebagai alat bantu. Jangan jadika uang sebagai tujuan karena bila hal itu terjadi maka hanya akan melilit kehidupan dan tak akan pernah melepaskan keluar dari lingkaran kemiskinan.

Untuk itulah gunanya berbicara mengapa pekerja tidak ada yang menjadi kaya. Karena bila tidak diingat, malah akan berlangsung seiring waktu. Apabila anda sebagai pekerja dan setuju atas pandangan tersebut diatas, mulai sekarang sebaiknya pertimbangkan kembali keputusan anda. Apakah anda bekerja sudah sesuai dengan tujuang hidup anda. Atau anda bekerja sesuai dengan pilihan sendiri atau apakah anda bekerja hanya karena terdesak atau tidak ada pilihan lain. Jika hal terakhir ini yang mendasari anda bekerja, sebaiknya mulai berpikir untuk memulai dengan yang baru, Ambil slogan pertamina di SPBU "mulai dari nol" demi perbaikan taraf hidup anda dimasa datang. Mulailah dengan belajar membangun bisnis, pelajari cara memulainya dan bisakan berpikir bisnis, jangan berpikir konsumtif. Ciptakan kehidupan masa depan dengan mengoleksi berbagai maca asuransi. Tetapkan tujuan hidup dengan membangun sumber penghsilan fasif, yaitu penghasilan yang akan memberi masukan berupa manfaat walau tanpa keterlibatan secara langsung dan walau sudah tidak bekerja lagi. (21Duabelas)

Rabu, 15 April 2009

Investasi Leher keatas untuk Menghadapi Perubahan

Hidup ini penuh perubahan yang abadi hanyalah Tuhan, perubahan itu sendiri dan hukum alam. Cara Mencari uang pun dari jaman ke jaman terus berubah. Sekarang banyak muncul jutawan (dalam US$) baru dari Internet, dari bisnis-bisnis yang belum pernah terdengar sebelumnya.

Dan tidak sedikit orang kaya yang jatuh miskin, atau bahkan orang miskin yang bertambah miskin , karena mereka tidak mau belajar lagi untuk menghadapi perubahan . Dan terus mencari uang dengan cara yang lama , tidak mau berhenti untuk belajar lagi tren saat ini.

Pernahkah Anda mendengar kata Benjamin Franklin ? Beliau adalah ilmuan yang sangat dihormati oleh Amerika karena peletak hak-hak asasi manusia dan deklarasi kemerdekaan di Amerika, sehingga gambarnya ada si uang $100 yang merupakan pecahan terbesar di US. Benjamin Franklin pernah mengungkapkan bahwa setiap dollar yang diinvestasikan untuk kepala (belajar lagi), dalam pikiran akan kembali miliaran dollar dalam kantong kita.

Itulah mengapa saya terus belajar di singapore sampai US dan terus berinvestasi untuk leher ke atas, karena saya yakin akan menambah income saya. Ketika saya belajar dari yang sukses, maka saya yakin akan sukses.

pertanyaan Saya, mana yang lebih menghasilkan leher keatas atau leher kebawah ? banyak orang didunia ini lebih senang menggunakan uangnya untuk kepentingan leher kebawah, yakni membeli pakaian baru, mobil baru yang tidak akan bisa menambah kekayaan mereka. Sedangkan jika mereka berani berinvestasi pada leher keatas, ke pembelajaran tentang property, bisnis, saham dan internet , mereka bisa melipatgandakan kekayaan mereka

Tahukah Anda apabila Anda menjumlahkan penghasilan dari 5 orang terdekat Anda dan Anda bagi 5, maka itulah jumlah penghasilan Anda. Tanpa Anda sadari pola berpikir teman-teman Anda tentang uang akan mempengaruhi Anda, sedemikian sehingga Anda akan menjadi sama dengan mereka. Bagaimana jika teman Anda tersebut bukanlah seorang miliarder atau multi miliarder ? Tentunya gaya pemikiran mereka adalah cara berpikir ala seorang jutawan.

Saya bukan melarang Anda bergaul dengan orang miskin, Saya pun bergaul dengan siapapun. Tapi saat berbicara soal mindset tentang uang, pastikan Anda bergaul, sharing dan belajar dengan orang yang tepat

Dan tahukah Anda bagaimana cara berpindah dari gelombang orang miskin menjadi gelombang orang kaya? Caranya ada 2 :
1. bergaul dgn orang kaya
2. belajar dan terus belajar

Org kaya terus belajar dan tumbuh, contohnya saya sangat kagum dengan pak Lukminto yg punya Sritex di solo luas pabriknya saja 100 hektar dan merupakan produsen pakaian militer terbesar didunia. Bahkan rumahnya diresmikan oleh dua presiden, yaitu Bu Megawati dan Pak SBY. Pak Lukminto ini saja ingin terus belajar dan belajar, bahkan mengundang saya untuk bicara di pabrik beliau. Begitu juga dengan pak Teguh Kinarto di Surabaya yang punya perusahaan properti, beliau terus belajar supaya anaknya juga terinspirasi untuk terus belajar.

Saya tahu orang miskin merasa selalu tahu segalanya, tidak mau belajar dan selalu punya seribu satu alasan untuk tidak belajar yg akhirnya membuat mereka tidak belajar dan takut berinvestasi. Dan itulah sebabnya mengapa mereka terus miskin, karena tidak dapat melihat peluang , mengalokasikan uangnya, dan berinvestasi dengan baik.

Sedangkan orang kaya selalu ingin terus belajar, bahkan tidak peduli terhadap siapa pun yg mempunyai ide lebih baik daripada dia. Mereka berani membayar untuk belajar, mentraktir orang yang jauh lebih kaya untuk belajar ilmunya. Oleh karena itu dia bertambah kaya karena mengerti pola orang kaya.

Karena itu saya terus mengalokasikan uang, tenaga, pikiran, waktu untuk rutin terus belajar ilmu-ilmu yg terbaik, sehingga saya yakin pasti kaya, sudah kaya dan akan terus luangkan waktu, tenaga, uang, pikiran untuk belajar bisnis, properti, saham, internet dan akan terus belajar apapun yang dapat membuat saya menjadi lebih kaya. Ini adalah pemikiran Trilyuner saya

Demikian juga dengan Anda, selalu harus berkomitmen untuk berani berinvestasi dan belajar. Untuk itu sebagai public commitment Anda ketikkan di comment box dibawah ini ” Saya akan terus berani berinvestasi untuk leher keatas , untuk melipatgandakan kekayaan Saya ! Ini pemikiran Trilyuner Saya ”

Salam Dahsyat,

Tung Desem Waringin

Kamis, 09 April 2009

Ada berita bagus untuk Anda semua

Baru saja mendapat kabar dari Pak Tung Desem Waringin, beliau akan segera meluncurkan TDW University, sebuah situs web pembelajaran di mana Anda bisa merevolusi kehidupan, karir, bisnis dan keuangan anda dari rumah, dengan belajar bersama beliau.

Di sana Anda bisa mendapatkan berbagai video, audio dan buku-buku elektronik yang berisikan berbagai pengajaran kehidupan dari beliau, yang bisa membantu Anda untuk menjadi lebih dahsyat dalam berbagai bidang (terutama dalam hal KEUANGAN, KARIR dan BISNIS).

Hanya saja, TDW University belum dibuka. Jadi harap bersabar.

Tetapi hal baiknya, sebagaimana kebiasaannya, Pak Tung memberikan hadiah GRATIS sebagai bentuk promo dalam rangka launching TDW University! Ini kesempatan emas bagi Anda, sebab berbagai bonus yang diberikan memiliki nilai total lebih dari Rp 50.000.000!

Dan semua bisa Anda dapat secara 100% FREE.

Apa saja bonus-bonus yang bisa Anda dapatkan? Bonus-bonusnya antara lain :

# Tiket Seminar 3 Hari Financial Revolution - Bagaimana Bertumbuh semakin Kaya di saat Krisis Global senilai Rp. 4.933.500,- (pilih sendiri Kota Anda : Jakarta, Surabaya , Bandung)

# Free ebook 24 Prinsip Milliarder yang mencerahkan senilai Rp. 250.000,-

# Plus kesempatan memenangkan hadiah menarik, seperti eBook , audio CD , USB Flash Disk, iPod , modem USB , Nitendo Wii, Blackberry, TV 32″ Flat , Laptop dan Sepeda Motor… senilai total Real Value Rp. 50.000.000!


Anda mau kan...? Karenanya, segera klik disini lalu masukkan nama dan email Anda pada form yang disediakan, lalu klik tombol submit, kemudian langsung ikuti petunjuk yang diberikan di halaman berikutnya untuk mendapatkan berbagai bonus spesial dari Tung Desem Waringin, dengan 100% GRATIS.

Untuk kesuksesan Anda! Segera daftar disini Free...!

NB 1 : Segera daftar hari ini juga, sebab pembagian bonus ini sangat terbatas sekali, akan segera ditutup.

NB2 : Anda ingin tiket seminar senilai Rp 4,9 juta secara gratis? Daftar di sini untuk berkesempatan mendapatkan USB Flash Disk, iPod , modem USB 3G, Nitendo Wii, Blackberry, TV 32″ Flat , Laptop… atau bahkan sebuah sepeda motor!
Sumber : TDWUniversity

Rabu, 08 April 2009

Rencana Menjadi Kaya

Seberapa cepatkah anda menjadi kaya?

Keterangan :

Jika anda mau membangun rumah maka sebagian orang akan memanggil arsitek dan arsitek itu bersama anda membuat rencana. Tetapi ketika orang yang sama memulai membangun kekayaan mereka atau merencanakan masa depan, mereka tidak pernah mendesain rencana finansial untuk hidup mereka. Mereka tidak mempunyai garis besar rencana kerja untuk menjadi kaya. Bahkan banyak orang tidak mempunyai rencana, mereka hanya menjalani hidup saja dan hanya bermimpi sewaktu-waktu mereka akan menjadi kaya. 
Banyak juga orang yang menggunakan satu-satunya jurus andalan, yaitu merencanakan untuk bekerja keras dan mereka tidak pernah kaya. Karena apa yang mereka kerjakan sekeras apapun memang tidak memungkinkan mereka untuk menjadi kaya.

Contoh, menjadi buruh pabrik atau kuli bangunan, walaupun sekeras apapun mereka bekerja 
akan sulit sekali untuk menjadi kaya.

Ada juga orang yang mempunyai rencana yang lambat untuk menjadi kaya, rencana tersebut yaitu bekerja keras dan menabung. Dengan mengikuti rencana tersebut maka jutaan orang akan menghabiskan hidupnya dengan memandang keluar jendela dari kereta mereka yang lambat atau dari mobil mereka yang terjebak dari kemacetan lalu lintas menyaksikan limosin, helikopter, pesawat jet perusahaan, rumah- rumah mewah.

Dan yang paling menyedihkan ada juga orang yang mempunyai rencana untuk menjadi miskin. Begitu banyak orang mengucapkan kata-kata seperti ayah miskin Robert Kiyosaki “Ketika saya pensiun, maka penghasilan saya akan berkurang”. Dengan kata lain mereka merencanakan untuk bekerja keras seumur hidup hanya untuk menjadi miskin.

“Saya membutuhkan kecepatan.” Kata Tom Cruise dalam Film Top Gun.

Ide bekerja seumur hidup, menabung, dan menaruh uang dalam rekening pensiun merupakan rencana yang sangat lambat. Rencana ini bagus dan masuk akal oleh 90% orang tetapi bukan rencana bagi orang yang ingin pensiun muda dan pensiun kaya.

Berikut adalah beberapa ide tentang cara untuk membangun rencana yang lebih cepat:

1. Pilih strategi keluar anda terlebih dahulu . Kita harus mulai dari yang akhir, seperti yang dikatakan oleh Steven R. Covey dalam bukunya Seven Habits. Jadi kita harus menentukan dulu umur berapa kita ingin pensiun, berapa banyak uang yang kita miliki saat itu, atau berapa banyak pasif income kita pada waktu kita pensiun. Kemudian dalam logika saya sendiri maka kita harus;

2. Cari bidang apa yang kita suka atau mungkin kita akan suka yang bisa menghasilkan seperti yang kita tentukan sebelumnya. Apabila apa yang kita kerjakan sekarang tidak memungkinkan kita mencapai impian tersebut, Let It Go! 

3. Kita cari orang yang sudah berhasil mencapai impian kita untuk diajak kerja sama atau belajar kepada orang tersebut.

4. Gunakan faktor kali atau leverage.

Maksudnya kita bisa menggunakan RICE (Resources, Ide, Contact, Expertise) dari orang lain.

Sudahkah anda membuat rencana anda untuk menjadi kaya, dan seberapa cepatkah rencana anda?

Semoga bermanfaat. Salam Dahsyat!

Untuk melengkapi rencana Anda menjadi Kaya silahkan download materi tambahan : eBook 24 Prinsip Miliarder yang mencerahkan oleh Tung Desem Waringinsilahkan klik disini

Sumber : TDWUniversity

Mengapa yang kaya Semakin Kaya

Kenapa orang kaya semakin kaya, kelas menengah bergumul terus, dan yang miskin bablas miskin.

Kenapa orang kaya semakin kaya, karena begitu orang kaya penghasilannya bertambah besar maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan). Penghasilan yang lebih ini diinvestasikan kedalam asset (beli saham yang menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dll). Sedemikian sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas, 
sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.

Kenapa orang menengah bergumul terus secara financial? Ketika orang menengah penghasilannya bertambah besar maka dia mencicil rumah yang lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih, komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang lebih canggih dan banyak sekali uang untuk kewajiban sehingga masuk kedalam pengeluaran. Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar, mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.

Kenapa orang miskin bablas miskin ?

Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran.

Contoh :

Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang besar, beli jamnya yang mahal, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.

Pertanyaannya :

Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang menghasilkan uang lagi atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab, Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?

Untuk melengkapi pembelajaran Anda silahkan Anda download eBook24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan oleh Tung Desem Waringin senilai Rp. 250.000,-
klik disini
Sumber : TDWUniversity

Rahasia Menjadi Kaya dan Bertumbuh Semakin Kaya

Kekayaan adalah sama dengan kemampuan untuk terus bertahan hidup dengan gaya hidup yang ada, tanpa harus bekerja.

Keterangan:

Penelitian yg dilakukan oleh Gallup International menunjukkan bahwa rata-rata eksekutif ibukota & Asia kaya mampu bertahan 90 hari dengan gaya hidup yang ada apabila besok dia berhenti kerja. Setelah itu mereka harus mulai menjual asset atau berhutang.

Kaya adalah relatif. Sebagian orang merasa kaya ketika mempunyai uang 10 juta rupiah. Sebagian orang merasa tidak kaya walaupun sudah memiliki uang 10 milyar. Menurut majalah Forbes kaya adalah orang yang mempunyai penghasilan 1 juta US keatas setahunnya. Sedangkan menurut Robert T. Kiyosaki yang mengutip dari gurunya Buckminster Fuller bahwa kaya adalah bukan berapa besar active income anda melainkan kaya adalah apabila passive income lebih besar dari biaya hidup. Yang dimaksud passive income disini adalah uang yang 
masuk tanpa harus bekerja.

Sebagai perbandingan Mike Tyson, dia menghasilkan 300 juta USD sewaktu bertinju, tapi hari ini bangkrut dan masih berhutang 35 juta USD. Maka sebetulnya Mike Tyson bukan termasuk kaya, termasuk pula di dalam kategori orang yang bukan kaya adalah orang-orang yang punya penghasilan 1 Juta USD/tahun namun pengeluarannya 1,2 juta USD/tahun.

Pertanyaan penting kali ini adalah:

1.) Bila besok anda berhenti kerja, berapa lama anda dapat bertahan hidup dengan gaya hidup anda sekarang tanpa harus menjual asset-asset anda?

2.) Lalu bagaimana kita bisa kaya menurut versi Robert T. Kiyosaki dimana passive income lebih besar dari biaya hidup?

Jadi sebetulnya menurut Robert T. Kiyosaki, kaya adalah bagaimana menciptakan passive income lebih besar dari biaya hidup.

Cara membuat passive income:

- Royalti dari hak cipta
- Rumah yang disewakan/ dikostkan
- Saham-saham yang menghasilkan deviden
- Reksadana
- Usaha-usaha yang menghasilkan

Buatlah rangkaian rencana sumber pasif income anda. Sesuatu yang anda sukai dan dapat anda
kerjakan sementara anda mengerjakan apa yang anda kerjakan sekarang.Dan untuk mendapatkan materi tambahan eBook "24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan"senilai Rp. 250.000,- oleh Tung Desem Waringin bisa Anda dapatkan disini

Sumber : TDWUniversity